Santri PPTQ Wihdatul Ummah Wahdah Bengkulu Raih Juara Lomba Tahfidz Qur'an Tingkat SMP Se-Provinsi
BENGKULU - Prestasi kembali diraih oleh santri Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an (PPTQ) Wihdatul Ummah Wahdah Islamiyah Bengkulu. Pada Lomba Tahfidz Al-Qur’an Tingkat SMP/Sederajat yang digelar oleh SMA IT Al Hasanah, Bentungan, Kota Bengkulu, Selasa (19/11/2025), para santri tampil memukau dan berhasil membawa pulang dua gelar juara.
PPTQ Wihdatul Ummah mengutus empat santri terbaik untuk berkompetisi bersama 49 peserta lainnya dari berbagai sekolah dan pondok pesantren se-Provinsi Bengkulu. Dengan persaingan yang ketat, para santri menunjukkan kualitas hafalan, ketepatan bacaan, dan akhlak qur’ani yang membanggakan.
"Alhamdulillah, dua delegasi berhasil meraih prestasi tertinggi: Juara 1 atas nama Rafa Islami Fasya, dan Juara 2 atas nama Muhammad Fadhil Affan Muzakki." terang Pimpinan PPTQ Wihdatul Ummah, Ustadz Ilham Zainuddin, S.H, yang turut mendampingi santri selama perlombaan.
Ustadz Ilham juga menyampaikan rasa syukur dan bangganya, ia berpesan bahwa ini merupakan buah dari kesungguhan para pembina dalam mendidik para santri.
“Alhamdulillah, ini adalah buah dari kesungguhan para santri dan bimbingan para ustadz. Kami menyaksikan sendiri perjuangan mereka di arena lomba. Semoga prestasi ini menjadi penyemangat bagi seluruh santri untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa capaian ini bukan akhir, tetapi langkah awal untuk melahirkan generasi qur’ani yang berprestasi dan berakhlak mulia.
Rafa Islami Fasya, peraih Juara 1, turut mengungkapkan kebahagiaannya.
“Saya sangat bersyukur. Terima kasih kepada ustadz-ustadz yang membimbing. Semoga ini menjadi motivasi bagi saya untuk lebih rajin mengulang hafalan dan menjaga Al-Qur’an,” tutur Rafa.
Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar PPTQ Wihdatul Ummah serta menjadi inspirasi bagi para santri lainnya untuk terus menekuni dan mencintai Al-Qur’an.
Semoga kemenangan ini membuka pintu-pintu kebaikan dan prestasi selanjutnya dalam dakwah Qur’ani bersama Wahdah Islamiyah di Bengkulu.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono Beri Kuliah Umum Di Mukernas XVIII Wahdah Islamiyah
JAKARTA, Wahdah.Or.Id — Menteri Koperasi Republik Indonesia, Dr. Ferry Juliantono, S.E., Ak., M.Si., menyampaikan kuliah umum bertajuk “Pemberdayaan Ekonomi Umat Melalui Koperasi” dalam rangkaian Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Wahdah Islamiyah, Selasa (18/11/2025) secara virtual.
Dalam pemaparannya, Menteri Ferry menegaskan kembali bahwa koperasi adalah soko guru perekonomian nasional sekaligus amanat para pendiri bangsa yang sejalan dengan nilai-nilai Islam dan semangat gotong royong.
Menurutnya, koperasi memiliki dimensi sosial yang kuat serta mengandung prinsip syirkah dalam Islam, yaitu kerja sama dan kepemilikan kolektif yang bertujuan menciptakan kesejahteraan bersama.
“Koperasi adalah modernisasi tradisi gotong royong. Prinsip kekeluargaan dan keadilan sosial yang diusung koperasi selaras dengan ajaran Islam,” ungkapnya.
Saat ini kata dia, telah tercatat 131.617 koperasi aktif dengan 29.819.216 anggota di seluruh Indonesia. Namun, Menteri Ferry mengakui bahwa koperasi masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam menghadapi pasar bebas dan ketertinggalan dibandingkan BUMN maupun BUMD.
Pemerintah, katanya, terus mendorong penguatan koperasi melalui pemodalan, pembiayaan syariah, serta pengembangan usaha-usaha produktif.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Ferry juga memaparkan program strategis Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas pada 3 dan 27 Maret 2025.
Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) ini menargetkan pembentukan 80.000 koperasi desa Merah Putih yang telah diluncurkan pada Hari Koperasi Nasional, 12 Juli 2025.
Koperasi Merah Putih dirancang menjadi pusat ekonomi desa dengan enam outlet strategis, yakni gerai sembako, gerai obat murah/apotek desa, gerai klinik desa, kantor koperasi, unit simpan pinjam, serta gerai pergudangan dan logistik.
Selain itu, koperasi desa akan berfungsi sebagai penyalur kebutuhan pokok masyarakat serta penampung produk hasil desa.
Program ini telah mencatat pencapaian awal dengan 1.264.849 warga desa menjadi anggota, 82.706 koperasi berbadan hukum, dan lebih dari 690.657 warga desa menjadi pengurus dan pengawas KDKMP.
“Koperasi desa hadir untuk menciptakan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan ekstrem, memperbaiki distribusi pendapatan, hingga menekan biaya dan waktu layanan publik,” ujar Menteri Ferry.
Ia juga menekankan bahwa koperasi harus diposisikan sebagai instrumen utama dalam penyaluran berbagai program pemerintah, termasuk bantuan sosial.
Menteri Ferry menegaskan kesiapan pemerintah untuk bekerja sama dengan Wahdah Islamiyah dalam pengembangan koperasi umat, mulai dari pembinaan, inkubasi usaha, hingga pembiayaan syariah.
Ia juga mendorong lahirnya industri desa seperti pabrik saus, kecap, sambal, air mineral, dan berbagai produk lain sebagai bentuk kemandirian ekonomi berbasis komunitas.
“Ini adalah jihad ekonomi kita. Koperasi harus membuktikan bahwa ia bukan hanya badan usaha, tetapi sarana mewujudkan keadilan ekonomi bagi bangsa, khususnya umat Islam,” tegasnya.
Mengakhiri kuliah umumnya, Menteri Ferry berharap Mukernas Wahdah Islamiyah dapat menghasilkan keputusan strategis yang memperkuat kontribusi ormas Islam dalam pembangunan bangsa.
“Kementerian Koperasi dan UKM sangat terbuka untuk bekerja sama dengan Wahdah Islamiyah. Mari kita bangun ekosistem ekonomi yang berkeadilan, dengan negara hadir untuk memastikan koperasi kembali sejajar dan berdaulat,” ujarnya.