Menteri Koperasi Ferry Juliantono Beri Kuliah Umum Di Mukernas XVIII Wahdah Islamiyah
JAKARTA, Wahdah.Or.Id — Menteri Koperasi Republik Indonesia, Dr. Ferry Juliantono, S.E., Ak., M.Si., menyampaikan kuliah umum bertajuk “Pemberdayaan Ekonomi Umat Melalui Koperasi” dalam rangkaian Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Wahdah Islamiyah, Selasa (18/11/2025) secara virtual.
Dalam pemaparannya, Menteri Ferry menegaskan kembali bahwa koperasi adalah soko guru perekonomian nasional sekaligus amanat para pendiri bangsa yang sejalan dengan nilai-nilai Islam dan semangat gotong royong.
Menurutnya, koperasi memiliki dimensi sosial yang kuat serta mengandung prinsip syirkah dalam Islam, yaitu kerja sama dan kepemilikan kolektif yang bertujuan menciptakan kesejahteraan bersama.
“Koperasi adalah modernisasi tradisi gotong royong. Prinsip kekeluargaan dan keadilan sosial yang diusung koperasi selaras dengan ajaran Islam,” ungkapnya.
Saat ini kata dia, telah tercatat 131.617 koperasi aktif dengan 29.819.216 anggota di seluruh Indonesia. Namun, Menteri Ferry mengakui bahwa koperasi masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam menghadapi pasar bebas dan ketertinggalan dibandingkan BUMN maupun BUMD.
Pemerintah, katanya, terus mendorong penguatan koperasi melalui pemodalan, pembiayaan syariah, serta pengembangan usaha-usaha produktif.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Ferry juga memaparkan program strategis Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas pada 3 dan 27 Maret 2025.
Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) ini menargetkan pembentukan 80.000 koperasi desa Merah Putih yang telah diluncurkan pada Hari Koperasi Nasional, 12 Juli 2025.
Koperasi Merah Putih dirancang menjadi pusat ekonomi desa dengan enam outlet strategis, yakni gerai sembako, gerai obat murah/apotek desa, gerai klinik desa, kantor koperasi, unit simpan pinjam, serta gerai pergudangan dan logistik.
Selain itu, koperasi desa akan berfungsi sebagai penyalur kebutuhan pokok masyarakat serta penampung produk hasil desa.
Program ini telah mencatat pencapaian awal dengan 1.264.849 warga desa menjadi anggota, 82.706 koperasi berbadan hukum, dan lebih dari 690.657 warga desa menjadi pengurus dan pengawas KDKMP.
“Koperasi desa hadir untuk menciptakan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan ekstrem, memperbaiki distribusi pendapatan, hingga menekan biaya dan waktu layanan publik,” ujar Menteri Ferry.
Ia juga menekankan bahwa koperasi harus diposisikan sebagai instrumen utama dalam penyaluran berbagai program pemerintah, termasuk bantuan sosial.
Menteri Ferry menegaskan kesiapan pemerintah untuk bekerja sama dengan Wahdah Islamiyah dalam pengembangan koperasi umat, mulai dari pembinaan, inkubasi usaha, hingga pembiayaan syariah.
Ia juga mendorong lahirnya industri desa seperti pabrik saus, kecap, sambal, air mineral, dan berbagai produk lain sebagai bentuk kemandirian ekonomi berbasis komunitas.
“Ini adalah jihad ekonomi kita. Koperasi harus membuktikan bahwa ia bukan hanya badan usaha, tetapi sarana mewujudkan keadilan ekonomi bagi bangsa, khususnya umat Islam,” tegasnya.
Mengakhiri kuliah umumnya, Menteri Ferry berharap Mukernas Wahdah Islamiyah dapat menghasilkan keputusan strategis yang memperkuat kontribusi ormas Islam dalam pembangunan bangsa.
“Kementerian Koperasi dan UKM sangat terbuka untuk bekerja sama dengan Wahdah Islamiyah. Mari kita bangun ekosistem ekonomi yang berkeadilan, dengan negara hadir untuk memastikan koperasi kembali sejajar dan berdaulat,” ujarnya.
Radio Wahdah